Junaidi Pelaku Pedofilia Selama 14 Bulan, Korban Diduga Lebih dari 12 Santri

OGANILIR KritisIndonesia.COM,- Pondok Pesantren At-Tauhiid yayasan pemberdayaan ummat kampoeng tauhiid sriwijaya yang beralamat jalan palembang-indralaya Km.34 desa talang pangeran kecamatan pemulutan barat diam diam menyimpan ustad atau guru pengasuh yang  Pedofilia.

Terbongkarnya kasus Pedofilia ini lantaran salah satu wali santri yang mondok di ponpes At-Tauhiid merasa curiga terhadap anaknya yang mengeluh sakit pada kemaluannya dan ahirnya wali santri tersebut melaporkan kejadian ini di Mapolda Sumsel dan pada 13 september kemarin baru terungkap pelaku pedofilia Junaidi langsung diamankan Tim Subdid PPA Polda Sumsel.

Tersangak ustad Junaidi atau guru pengasuh ini beralamat jalan Adam Malik Dusun Trimulyo Kelurahan Marta Jaya Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Oku Timur, perlakuan bejad Ustad Junaidi ini sudah ia lakukannya sejak bulan juni 2020 sampai bulan agustus 2021dan telah banyak korban untuk memuaskan hawa nafsu bejadnya itu.

Keterangan yang berhasil di himpun kritisindonesia.com disekitar lokasi pondok pesantren At-Tauhiid hari ini rabu (15/9) untuk pimpinan pondok tersebut adalah Mudir Ali dan bukan rana saya untuk memberikan keterangan tersebut karna saya hanya security.” kata Abdullah”.

Semua pinpinan pondok ini dipanggil Polda Sumsel yang ada di pondok hanya guru guru biasa yang mengajar saja. Pengurus dan pimpinan pimpinan semua dipanggil polda.

Saya bingung juga ngasih keterangan ini dibilang guru ya guru di bilang magang ya magang, karna Juned itu baru selesai sebulan ini dari  Unsri. Rombongan Mudir dan pengurus Pondok ini berangkat pagi sekitar jam 07.00 wib menuju polda semsel.

Sementara Masrawi Humas Ponpes At-Tauhiid menjelaskan, kami tidak diberikan kewenangan untuk memberikan keterangan apapun kepada awak media.”ucapnya ketika dikonfirmasi kritisindonesia.com di lokasi pondok At-Tauhiid”.

Ia pun menyarankan awak media untuk mencari informasi ke sumber informasi terkait dugaan tindakan asusila ini. Jika ingin meminta konfirmasi, silakan minta ke tempat dimana informasi itu berasal. 

Ucapan Masrawi ini pun membuat heran awak media karena sumber peristiwa tindak asusila tersebut terjadi di lingkungan Ponpes At Tauhid. 
Namun Masrawi meralat ucapannya, ia meminta agar awak media meminta keterangan langsung dari Polda Sumatera Selatan. “Langsung ke Polda,” kata dia. 

Kembali jawaban Masrawi tak memuaskan wartawan yang ingin mendapat informasi kebenaran status salah seorang tenaga pengajar yang kini ditetapkan tersangka itu. 
Masrawi juga meminta agar media tak perlu menyebarkan aib peristiwa ini. Kalau ada berita bagus, silakan disebarkan dan demi kebaikan kita semua. Namun jika aib, maka tidak perlu disebarluaskan.”kata Masrawi.” 

Awak media berusaha meyakinkan Masrawi bahwa kedatangan ke Ponpes At Tauhid untuk mencari informasi yang benar agar tak muncul spekulasi liar di kalangan masyarakat. 

Namun Masrawi tetap tak ingin mengeluarkan pernyataan mengenai tindakan asusila yang dilakukan salah satu ustad guru pengajar di pondok pesantren at-tauhiid.Sekali lagi mohon maaf. Saya bukannya mengusir, namun saya tidak ada wewenang memberikan keterangan,”ungkap masrawi”.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here