OGANILIR KritisIndonesia.com,-Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Ilir melakukan Pemeriksaan dan Penahanan terhadap  dua orang Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Hibah Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2020 pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir

Pada hari Selasa 08 November 2022, Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Ogan Ilir melakukan Pemeriksaan dan Penahanan terhadap  dua orang tersangka pada Perkara Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Hibah Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2020 pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir, Bahwa untuk Penahanan tersangka berdasarkan: Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Ilir Nomor: Print-128/L.6.24/Fd.1/11/2022 tanggal 08 November 2022 An. HF

dan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Ilir Nomor: Print-129/L.6.24/Fd.1/11/2022 tanggal 08 November 2022 An. R

Untuk tersangka AS sedang menjalani pidana.

Sehubungan telah di tetapkan tiga orang tersangka pada hari Kamis 03 November 2022. Ketiga orang tersangka tersebut yaitu: AS  Jabatan Koordinator Sekretariat/PPK pada Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2019 – Bulan Januari 2020

HF Jabatan Koordinator Sekretariat/PPK pada Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir Bulan Februari 2020 – Bulan Januari 2021

Sementara R Jabatan PPNPN/ Staf Operator di Bidang Keuangan pada Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir

Berdasarkan hasil Penyidikan oleh Tim Penyidik dan Laporan Hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan Nomor: LHP/R-354/PW07/5/2022 tanggal 15 Agustus 2022, diketahui terdapat perbuatan membuat pertanggungjawaban fiktif/mark up terhadap Pengelolaan Dana Hibah pada Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2020 pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir yang dilakukan para tersangka sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp7.401.806.543,00.

Pasal yang disangkakan, yaitu: Primair : Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat 1 KUHPidana

Subsidiair : Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat 1 KUHPidana

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Ogan Ilir akan terus mendalami alat bukti terkait keterlibatan pihak-pihak lain yang dapat dimintakan pertanggungjawaban pidananya, serta akan segera melakukan tindakan hukum lainnya seperti penggeledahan, penyitaan aset-aset yang diduga kuat diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi pada perkara Penggunaan Dana Hibah Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2020 pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir.

Terhadap Kedua tersangka tersebut dilakukan Penahanan di Rumah Tahanan Kelas I Pakjo, Palembang selama 20 hari terhitung mulai tanggal 08 November 2022 – 27 November 2022, dengan pertimbangan Penahanan

Yang pertama Mempercepat proses Penyidikan, dan yang kedua sehubungan dengan Pasal 21 Ayat 1 KUHAP “Perintah Penahanan dilakukan terhadap seseorang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana”.

yang ketiga pada Pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP “Penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka yang melakukan tindak pidana diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih”.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here