Opsi Politik Ketika Pemkab Ogan Ilir Telah Melecehkan Partai Golkar “Maka Opsi Tidak Percaya Terhadap Pemkab OI Yang Akan Dilakukan”

OGANILIR KritisIndonesia.com,-Dampak Pemkab Ogan Ilir tidak mencairkan dana bantuan keuangan untuk partai golkar dan sudah bersurat dua kali tidak ada jawaban ahirnya kasus ini semakin meruncing dan partai golkar akan mengambil langkah kongkrit melaporkan kasus ini ke DPP Partai Golkar dan Kemendagri serta ke DPR RI dan Fraksi Golkar yang ada di DPR RI. 

Menurut Ketua Harian DPD II Partai Golkar OI Irwan Noviatra mengatakan, yang pertama saya melihat konflik ini antara Pemkab OI dengan DPD Partai Golkar Kabupaten Ogan Ilir, karna secara keseluruan partai golkar adalah partai yang besar.”jelasnya.”

Lanjutnya menjelaskan, suatu partai yang besar tidak bisa di pandang sepotong sepotong, jadi artinya tidak dilakukannya penyaluran dana bantuan keuangan untuk partai golkar artinya Pemkab sudah beradapan dengan Partai Golkar bukan dengan saudara endang selaku Ketua DPD II Partai Golkar Ogan Ilir.

Yang pertama kita klarifikasi administrasi kita terus akan menyurati apa yang telah disampaikan Ketua Golkar OI dan kita juga akan menyurati DPP Partai Golkar di Jakarta dan kita juga akan menyurati Kemendagdri RI termasuk Fraksi Golkar Pusat ada apa ini Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir tidak menyalurkan dana bantuan keuangan untuk partai golkar.

Saya kira ini telah melecehkan Partai Golkar ditengah tengah hasanah perpolitikan di kabupaten ogan ilir.

Yang kedua kita punya opsi politik, opsi politik ketika pemerintah kabupaten ogan ilir sudah melecehkan partai golkar ogan ilir untuk menyatakan Opsi Tidak Percaya terhadap Pemkab Ogan Ilir, dan kami akan menghadap ke DPP Partai Golkar di Jakarta, Mendagri dan DPR RI ini sudah termasuk perbuatan melawan hukum ketika terjadi perbuatan melanggar hukum partai golkar akan melakukan gugatan hukum terhadap perkara tersebut.

Nah ini menunggu penyelesaian kongkrit dari pihak pemkab ogan ilir, kita akan mempersiapkan upaya upaya tadi dan barangkali juga ada tindakan tegas dari DPP Partai Golkar twrhadap Oknum bukan Fraksi, oknum anggota Fraksi yang sudah Mbalelo mengangkangi kebijakan partai harus ditindak tegas jangan ada toleransi lagi.

Dan harus diketahui lagi Fraksi Partai Golkar itu sudah dibentuk oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Ogan Ilir dan tidak ada lagi fraksi yang lain, artinya ketika ada sanggahan seperti itu dilakukan oleh oknum yang mengangkangi institusi partai dan termasuk perbuatan melanhgar hukum dan juga masuk melanggar UU Partai Politik.

Tentunya kita akan terus bergerak sesuai dengan tahapan, tahapan administrasi tidak selesai kita akan membuat tahapan politik. Tahapan politik seluruh kader golkar akan menuntut itu dan menyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Pemkab Ogan Ilir ketika ini tidak direalisasikan.

Yang ketiga kita akan masuk Tahapan Hukum jita akan gugat siapa yang melanggar hukum disini dan siapa yang melakukan melawan hukum disini, nah inilah yang harus tambahkan dan harus di ketahui Pemkab Ogan Ilir sehingga ini menjadi clear dan kalau tidak selesai konflik ini akan melebar.

Sekarangkan masih tahapan administrasi DPD Partai Golkar OI menyurati menyurati Pemkab OI dan menyurati DPP Partai Golkar nah ternyata ini tidak mempan kita akan menghadap DPP seluruhbkader golkar termasuk perwakilan kecamatan menghadap DPP terkait ulah oknum fraksi tadi.

Nah kita juga akan mempertanyakan kepada Mendagri kenapa bisa terjadi seperti ini di Pemkab Ogan Ilir yang melakukan perbuatan dan merugikan salah satu partai politik khususnya partai golkar ogan ilir.

Nah langkah politis ini akan kita laksanakan barangkali dengan tindakanan kongkrit dilapangan, sambil setelah itu kita akan menuntut aturan hukum bahwa disini ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan pemerintah kabupaten ogan ilir.

Makanya kita tetap akan melaksanakan tahapan tahapan sesuai dengan tingkatannya.”ungkap mantan DPRD OI ini.”(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here