JAKARTA KritisIndonesia.com,- Muhammad Nasir Djamil Anggota Komisi III DPR RI angkat bicara terkait kasus mengancam bunuh Wartawan yang bekerja di Kabupaten Aceh Tengah, Jurnalisa.

Nasir Djamil Anggota Komisi III DPR RI yang membawahi lembaga vertikal Kepolisian, meminta Polda Aceh untuk sesegera mungkin menyahuti permintaan korban (Jurnalisa) yang diancam dibunuh didepan anak dan istrinya dikediaman di Lorong 1001 Dusun Kemala Pangkat, Desa Kemili, Kecamatan Bebesen.

Menurut Nasir Djamil Wartawan tidak akan dapat bekerja maksimal dalam membantu masyarakat dalam mencari berita, jika dirinya masih dalam ancaman para pihak pihak lain.

Apalagi yang mengancam oknum kontraktor dan pengawas proyek.”ucapnya.”

Kasus ini harus lebih cepat ditangani oleh aparat Polda Aceh melalui Polres Aceh Tengah, dan saya dengar sudah ada gelar perkara berarti akan rampung.” kata Nasir Djamil lagi.”

Wartawan saat melaksanakan tugas dilindungi Undang-undang dan hari ini Jurnalisa harus memperoleh ketetapan hukum pasti, sebagai korban pengancaman.

Kalau kasus ini tidak selesai tentu akan menimbulkan rasa was-was dalam meliput berita, dan ini tidak boleh,” lanjut Nasir Djamil sambil mengatakan kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kepastian hukum belum ada.

Politisi dari Partai PKS ini berjanji akan mendorong agar kasus ini cepat selesai. “Tidak ada alasan polisi menunda kasus ini, karena nanti akan mudah orang melakukan Kriminal yang sama,” ungkap Nasir Djamil mantan Wartawan itu.

Nasir Djamil berjanji akan memberitahukan kejadian itu kepada pimpinan Polri di Jakarta, terkait adanya mitra Polri yang saat ini membutuhkan kepastian hukum.

“Saya akan memberitahukan pimpinan Polri di Jakarta terkait penanganan kasus itu, agar menjadi atensi lembaga penegak hukum,” lanjut Nasir Djamil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here