OGANILIR KririsIndonesia.com,- Puluhan aparat Kepolisian Polres Ogan Ilir bersama Polsek Indralaya yang dipimpin langsung Waka Polres Kompol Helmi didampingi Kabag Ops dan Kasat Intel, untuk mengawal pihak Pengadilan Negeri Kayu Agung untuk melaksanakan Eksekusi lahan dan bangunan di pasar indralaya nyaris chaos dan ahirnya pihak juru sita Pengadilan Negeri Kayu Agung berinisiatif membatalkan eksekusi tersebut.

Pada saat juru sita pengadilan negeri kayuagung mau membacakan hasil putusan untuk mengeksekusi lahan keluarga termohon langsung berteriak kencang dan histeris “Jangan Dibacakan” teriak termohon bersama anak-anaknya dengan kencang kami tidak mau lahan dan rumah almarhum suami saya di eksekusi.”kata Nurjanah yang lebih di kenal warga pasar indralaya dengan Mbok Janah.”

Lanjut Mbok Janah saat dikonfirmasi KritisIndonesia.com di kediamannya malam ini (rabu malam kamis) 12/6/2024 menjelaskan, kami memiliki sertifikat yang sah dan ini hak kami, dan kami tidak akan mundur selangkah pun walau nyawa kami harus melayang dari jiwa dan raga kami.”jelasnya.

Kami nunggu rumah ini mulai tahun 1979 dan dibenari didandani, yang jelas walaupun di hadapan tuhan di hari kiamat aku sanggup jadi saksi.”jelas mbok janah.’

Setelah ada surat dasar pak wahap itu meninggal dan langsung over alih ke Maimunah istrinya, setelah maimunah meninggal langsung pelimpahan hak atas anak nap dari anak nap prona keluar dimasukkan.

Setelah itu tiga bulan ditangguhkan lalu sertifikat keluar. Dianggap sertifikat ini tak sah dan menyalahi hukum melawan hukum dan prosedur salat bangatlah.
Dan selama Pak Wahap masih hidup tidak ada tuntutan apa-apa dan Istri pak wahap meninggal masih tidak ada tuntutan apa-apa tidak pernah ribut.

Pas nak dijual baru banyak yang ngakui punya harta warisan segala macam tujuh tahun baru inilah.”penuturan mbok janah.”

Memang keputusan pengadilan kami kalah tapi kami bukan pihak yang salah dan bukan juga untuk melawan hukum, yang jelas batalkan keputusan pengadilan, sertifikat kami prona “Jadi Apa Artinya Pak Jokowi” jika sertifikat prona ini tidak berlaku dan kami juga bayar Pajak PBB.”ungkap Mbok janah.”

Selain itu mbok janah meminta dan menatap tulisan untuk Presiden RI Jokowi melalui tulisan karton putih di depan lahan dan rumah yang mau di eksekusi yang isinya : TOLONG PAK JOKOWI ADILI SERTIFIKAT PRONA MU, HAK KAMI MAU DIRAMPAS OLEH MAFIA HUKUM.

Sementara Abunawas juru sita dari Pengadilan Negeri Kayu Agung saat dikonfirmasi mengatakan, nanti tanyakan langsung ke pengadilan negeri kayu agun, nanti di sana ada humas.”ucapnya.”

Saat ditanya kenapa tidak jadi dieksekusi jawabnya bukan tidak jadi tapi di tunda.”jelas Abunawas sambil mrninggalkan lokasi yang batal di eksekusi.”(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here