Walau UNSRI Tidak Kooperatif Kasubdit Unit IV PPA Polda Sumsel Tetap Olah TKP Dan Membawa Langsung Korban.

OGANILIR KritisIndonesia.COM,- Tabir dugaan kasus pencabulan atau pelecehan seksual yang terjadi didunia pendidikan Universitas Sriwijaya (UNSRI) hampir mulai terbongkar, karna korban pencabulan /pelecehan seksual tersebut sudah melaporkan kasus ini di Mapolda Sumsel. Dan pada hari ini rabu (1/12) Pihak Polda Sumsel melalui Unit IV PPA turun langsung dan membawa korban untuk olah TKP di Laboraturium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri Indralaya

Menurut Kasubdit Unit IV PPA Polda Sumsel Kompol Masnoni saat diwawancara kritisindonesia.com dilokasi ruang kejadian pencabulan selasa sore(1/12) mengatakan, ya untuk olah TKP ini kita mau melihat bagaimana awal mula kejadian adanya pencabulan yang dilakukan oleh si terlapor.”jelasnya”

Lanjutnya mengatakan, kasus pencabulan akibat dari yang dilakukan oleh terlapor, jadi setelah dilakukan olah TKP ini ahirnya kita paham bagaimana awal mula kejadian. Pada saat terlapor itu kita panggil mintai keterangan jadi kemungkinan kita ada persesuaian antara kejadian.

Kita saat ini baru olah TKP, ya berdasarkan dari keterangan korban yang kita lihat “Ya Ada Pelecehan Yang Dilakukan dan Diduga oleh Oknum Dosen/ terlapor”

Dijelaskan Kompol Masnoni pelecehan tersebut seperti di peluk di cium sampai korban dipaksa memegang alat kelamin terlapor (pelaku) dan tidak ada melakukan hubungan badan dan hanya memegang memeluk mencium si korban.

Ya benar ada upaya paksa dari pelaku (terlapor) karnakan posisinya untuk mahasiswakan minta tanda tangan dari dosen pembimbingnya selanjutnya modus dia meminta curhat kepada mahasiswi ahirnya terbawa suwasana dan mahasiswi pun cerita sampai sedih nah disitulah kesempatan terlapor melakukan hal tersebut.

Ya menurut cerita korban dalam ruangan ini lebih kurang 10-15 menit kejadian itu terjadi pada pagi hari sekitar jam 09.00 nan, karna kejadian itu pada hari sabtu lebih kurang dua bulan yang lalu.
Yang jelas akan kita lihat dari pengembangan penyelidikan kita misalnya ada saksi habis itu dikuatkan dengan bukti bukti lain dan kita akan lanjutkan keproses sidik.

Kejadian lebih kurang dua bulan yang lalu pada saat kita hadirkan korban tadi melihat posisi ruangan itu banyak yang berubah karna ada beberapa meja hilang tetapi nanti kalau kita akan melakukan Rekonstruksi kita lakukan sesuai dengan keadaan awal.

Ya, Saat pelaku memaksa korban untuk memegang alat kelamin pelaku itu sudah dikeluarkannya, jadi begini tangan korban itu dipegang pelaku terus diarahkan untuk memegang alat kelamin pelaku. Bahasanya kalau dipegang itu dikocok sampai timbullah pelaku itu klimaks sampai pelaku tersebut orgasme.
Makanya pada waktu selesai itu tangan si korban tersebut dia bersikan dengan tisu oleh pelaku (terlapor) itu.

Untuk pihak Unsri temen temen wartawan rasakan kita sama sama disini saya datang kesini sekitar jam 14.00 wib siang dan kita ketemu wakil rektor III selanjutnya pukul 17.00 wib kita baru olah TKP, ya artinya bisa dibilang pihak Universitas Sriwijaya tidak kooperatif.

Saat ditanya terkesan pihak Unsri menutupi bagaimana proses penyelidikan selanjutnya” jawab Masnoni ya kita mohon supaya kita sama sama kerjasama jadi tidak ada lagi seakan akan ditutupi, kita semuanya bekerjasama supaya yang memang ada ya itu harus terbuka.”ungkap Kasubdit Unit IV PPA Polda Sumsel”.

Sementara Korban DN saat memasuki ruang lab pendidikan sejara FKIP dan ditanya Kasubdit Kompol Masnoni jawabnya ruangan ini sudah banyak berubah buk, didekat meja itu ada dua meja lagi seluruhnya ada empat.

Ya saya duduk diposisi sini yang tadinya masih ada meja dan dosen tersebut  duduk di sana, sementara tempat duduk sofa itu ada di sudut dekat saya duduk pada saat itu, namun kelihatannya sudah berubah total apa yang ada diruangan ini.”ungkap korban saat ditanya Kompol Masnoni.”(Red)


(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here