OGANILIR KritisIndonesia.com,- Petani Muda Ogan Ilir Bangkit (PMOIB) belum lama ini mendapat pelatihan selama tiga hari dengan mengambil tema ” Petani Muda Ogan Ilir Bangkit Meningkatkan SDM Pertanian Menjadi Agrotecno Preneur Bertalenta Digital Berbasis Kearifan Lokal”

Menurut Ketua PMOIB Kabupaten Ogan Ilir Andri Hidayat saat dikonfirmasi KritisIndonesia.com kamis (15/12) menjelaskan, Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk membentuk dan memberdayakan pertanian dan petani yang ada di Ogan Ilir, meningkatkan kualitas insan petani yang ada guna untuk meningkatkan tarap kehidupan ( produksi dan kualitas komuditas yang ditanam), selain itu juga untuk menghimpun kembali para pemuda daerah untuk kembali meminati sektor pertanian, karna apa pertanian adalah sektor yang sangat menjanjikan untuk menjadi sandangan kehidupan.”ujarnya”.

Lanjutnya menjelaskan, Kedepan kami petani muda ogan ilir tentunya berkoordinasi dengan pemerintah ogan ilir dan stek holder yg ada untuk membuat sistem, ekosistem dan kebijakan regulasi untuk pertanian ogan ilir. 

Tiga tantangan terbesar bagi petani (1) pengetahuan pertanian yang belum di upgrade/ tradisional (2) modal usaha tani dan (3) pasar untuk menjual. Tiga faktor tersebut yang bagi kami menjadi fokus kami. Baik nanti ada pelatihan peningkatan teknologi, peminjaman usaha rakyat (kur) maupun membuat regulasi pemasaran komunitas pertanian. Seperti membuat grai hasil pertanian anak muda di beberapa titik. Tentu dengan kemasan dan branding yang lebih menarik. Penggunaan teknologi pasca panen guna untuk meningkatkan nilai jual jadi fokus kami.

Banyak sekali manfaat yang kami dapat dari pelatihan tersebut seperti pengetahuan baru dan jejaring poin besarnya pak

Harapannya dibutuhkan kerjasama di setiap pihak pemerintah dan stek holder yg ada, juga pembinaan yang berkesinambungan serta regulasi dan kebijakan yg dirancang matang, sehingga program petani muda ogan ilir “menjadi insan petani agrotecno preneur bertalenta digital dan berbasis kearifan lokan benar” berjalan dan dapat dirasakan nilai kebaikan, manfaatnya di tengah masyarakat. Dan indeks petani muda di ogan ilir meningkat guna untuk memenuhi ketahanan pangan ogan ilir itu sendiri

Kedepan kami tentu berkoordinasi dengan pemerintah daerah berupaya bersama” merancang gren desain bagaimana komuditas jeruk di ogan ilir ini meningkat. Baik dari segi kualitas jeruknya, maupun pengemasan/ branding, serta pemasaran regulasi kami atur, juga bagaiman nanti penggunaan teknologi paska panen dapat diterapkan, ini tentunya tidak luput dari kerjasama dengan teman” Aku Petani” yang bagi kami sudah konsen duluan dibidang itu.

Sekali lagi kami berharap besar kepada Pak Bupati PWA dalam hal ini pemerintah kabupaten ogan ilir, Kalau bisa di muara kuang ada pabrik pengelolan jerus seperti polpi oren, atau kalau untuk jeruk nipisnya bisa dibuat sanglai, kedepan kami akan fokus di sana

Karna pada waktu kami KKN (Kuliah Kerja Nyata) sudah menerapkan pembuatan sabun cuci piring untuk rumah tangga, pangsanya jangan dulu terlalu tinggi bagaimana kita memenuhi kebutuhan kita di ogan ilir terlebih dahulu, regulasi, perizinan dan lain lainnya kita urus.”ungkap Andri Hidayat Alumni UAD Yogyakarta ini.”(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here