BANYUASIN KritisIndonesia.com, -Setidaknya dua kecamatan didalam Kabupaten Banyuasin mengalami banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang ektrim serta saluran navigasi yang tersumbat tidak dapat menampung air secara normal akibatnya aliran air memasuki pemukiman penduduk.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Karang Mulya Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin, Carsa menjelaskan, didesa tempat dia pimpin setidaknya ada 270 rumah warga ikut terendam banjir setinggi 40 centimeter, terutama di Rt 10 dan 13 Rw 03,”Banjir yang melanda desa saya ini sudah berlangsung selama seminggu ini,”tegasnya.

Carsa menduga penyebab utama terjadinya banjir di desa Karang Mulya dan sekitarnya akibat ujan terlalu deras dan menyempitnya saluran navigasi atau irigasi saluran sungai jadi kalau hujan deras air memasuki pemukiman penduduk, jelasnya.

Kami sangat merasakan dampak banjir ini, aktivitas warga terganggu terutama dibidang pertanian seperti bidang komoditi sawit, karet, palawija dan roda perekonomi masyarakat mati karena tidak bisa melakukan kegiatan perkebunan, pertanian serta akses jalanpun tergenang air tentu saja kami mengalami kerugian cukup besar akibat banjir ini, ungkapnya

“Kami selaku Pemerintah Desa sudah melakukan upaya sebisa mungkin dalam penanganan banjir seperti membersihkan saluran air secara gotong royong guna mengurangi debit air yang tergenang,” jelas Kades Carsa”.

Harapan dari masyarakat dan Pemerintah Desa Karang Mulya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk melakukan normalisasi saluran-saluran navigasi primer maupun sekunder yang tersumbat agar kejadian banjir tidak terulang lagi, harapnya.

Sementara itu, akibat banjir ini masyarakat Desa Sukajaya terancam terisolir, kalau Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak segera turun tangan untuk mengatasi hal ini. Berdasarkan pantauan media setidaknya ada 50 rumah warga terendam banjir mencapai 2 meter, mulai dari pintu masuk desa dan hampir menggenangi seluruh rumah warga, dari hari Minggu 30 Oktober hingga Rabu 10 November warga masih terkena banjir.

Kepala Desa Sukajaya, Eka mengungkapkan hampir seminggu masyarakat desanya tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, air sampai menggenangi jalan otomatis arus transportasi darat lumpuh total akibat hujan deras dan sungai pasang besar, tuturnya.

Kades Sukajaya ini menduga akibat saluran air atau parit primer dan sekunder terlalu dangkal sehingga tidak dapat menampung debit hujan yang tinggi akibatnya air meluap kemana-mana selain menggenangi rumah penduduk desa hingga areal pertanian tergenang air, tegasnya.

Eka berharap pemerintah untuk segera menindaklanjuti persoalan banjir ini, takutnya kalau dibiarkan berlarut larut desa kami akan terisolir otomatis masyarakat saya terancam kelaparan.

Seandainya lanjut Eka untuk pembangunan saluran irigasi melalui Dana Desa itu tidak bisa karena memasuki ranah Dinas Pekerjaan Umum, tukas Kades.

Sementara ini, kami bergotong royong dan swadaya masyarakat menyewa alat berat mini untuk menggaruk tanggul yang dilewati air agar banjir bisa sedikit teratasi, pungkasnya. (SMSI Banyuasin/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here